Cegah Paham Ekstremisme Sejak Dini, Densus 88 Edukasi Pelajar di Ternate

Blog74 Views

HUMAS POLDA MALUT – Polri memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan pelajar melalui edukasi sejak dini. Langkah ini dilakukan Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Maluku Utara melalui sosialisasi bahaya ekstremisme kekerasan terhadap anak di SMP Negeri 2 Kota Ternate, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut melibatkan 50 perwakilan ketua kelas dan pengurus OSIS. Para siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), termasuk Nihilistic Violent Extremism (NVE), serta pentingnya pengawasan dalam penggunaan media sosial.

Melalui kegiatan ini, Polri berupaya membangun daya kritis pelajar agar mampu mengenali pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun ruang digital. Edukasi tersebut juga menjadi langkah pencegahan agar anak tidak mudah terpengaruh konten yang mengandung ajakan kekerasan, propaganda, maupun narasi yang dapat merusak persatuan.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., CBA., mengatakan, pendampingan dan edukasi kepada anak merupakan bagian penting dalam mencegah berkembangnya paham kekerasan.

Lanjut, Usia remaja perlu mendapat perhatian karena pengaruh lingkungan sosial, keluarga, dan konsumsi konten digital dapat membentuk cara pandang serta perilaku anak.

Menurutnya, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi juga harus disertai pendekatan edukatif yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, Polri terus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda agar mampu membedakan informasi yang benar, menyikapi perbedaan secara bijak, serta menolak segala bentuk ajakan kekerasan.

Ia berharap para siswa semakin bijak menggunakan media sosial. Para pelajar juga diharapkan tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila menemukan konten maupun ajakan yang mengarah pada kekerasan.

Melalui sosialisasi ini, Polri menegaskan komitmennya melindungi generasi muda dari pengaruh paham yang mengancam keselamatan dan masa depan mereka. Upaya tersebut diharapkan menumbuhkan pelajar yang cerdas, kritis, berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *