Morotai Utara, 8 Oktober 2026 — Jajaran Polres Pulau Morotai terus melakukan langkah preventif dan pendekatan humanis guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif pascaterjadinya musibah di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara.
Sebagai bagian dari upaya cooling system dan memperkuat komunikasi dengan tokoh agama, Wakapolres Pulau Morotai Kompol Safrudin Djafar, S.Sos., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Pulau Morotai melaksanakan silaturahmi dan komunikasi dengan Pimpinan Jemaat GMIH Al-Roy, Pdt. Marni Mais, S.Th., Kamis (8/10/2026).
Silaturahmi tersebut dilakukan menyusul peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang warga Desa Bido meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik PLN. Kehadiran jajaran Polres Pulau Morotai sekaligus menjadi bentuk kepedulian serta komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas dan mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres bersama PJU membangun komunikasi dengan pihak gereja serta menyampaikan pentingnya menjaga ketenangan, persaudaraan dan kerukunan masyarakat dalam menghadapi situasi pascamusibah.
Wakapolres menyampaikan bahwa dalam kondisi seperti ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menahan diri, saling memberikan dukungan, serta mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara damai.
> “Kami berharap komunikasi antara Polri dan tokoh agama terus terjalin dengan baik. Tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan kesejukan kepada masyarakat, terutama ketika terjadi suatu musibah atau persoalan di lingkungan masyarakat,” ujar Wakapolres.
Menurutnya, kehadiran tokoh agama memiliki arti penting dalam membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta tetap mengedepankan persatuan dan kerukunan.
Sementara itu, PJU Polres Pulau Morotai turut menyampaikan komitmen untuk terus melakukan pendekatan secara humanis kepada seluruh elemen masyarakat. Polri juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pihak terkait lainnya guna memastikan situasi di Desa Bido tetap aman dan terkendali.
Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari strategi cooling system Polres Pulau Morotai dalam menciptakan suasana yang sejuk, aman dan kondusif sekaligus mencegah berkembangnya isu, provokasi maupun kesalahpahaman pascaterjadinya musibah.
Jajaran Polres Pulau Morotai juga mengajak seluruh masyarakat Desa Bido untuk bersama-sama menjaga persatuan, menghormati keluarga korban, serta memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka dengan tenang.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H. melalui jajarannya menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan sosial, komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Polri untuk terus mewujudkan Polri yang Presisi — Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, serta menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Polri Bersama Masyarakat.
Polri untuk Masyarakat.















