MOROTAI SELATAN BARAT, 27 Agustus 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, Polsek Morotai Selatan Barat menghadiri kegiatan Pembinaan Tata Kelola Penyelenggaraan UPKD/K yang dilaksanakan di Kantor Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut menjadi forum bersama untuk membahas berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, aparat keamanan, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Camat Morotai Selatan Barat, Bapak Samsudin Itolamo, Kapolsek Morotai Selatan Barat IPTU Tanje Norman, mewakili Danramil Morselbar Sertu Viktor Paigi, Kepala Desa Raja Bapak Steven Katiandago, Kepala Puskesmas Wayabula Bapak Muhammad Ahmad, AMK, Sekretaris Desa Tutuhu Nova S. Bayar, Kader Tutuhu Diriana Manaung, Kader Wayabula Yemi Totoda, Sekretaris Desa Bobula Husri M. Djen, serta Bidan Desa Bobula Ibu Firja Ali.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian materi.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Wayabula Muhammad Ahmad, AMK, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut penting untuk membahas berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Morotai Selatan Barat.
Dalam pemaparan materi, sejumlah permasalahan kesehatan menjadi perhatian, di antaranya pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang belum maksimal di sejumlah desa, baik dari sisi keaktifan kader, kelengkapan fasilitas maupun partisipasi masyarakat. Selain itu, masih rendahnya kesadaran sebagian ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG serta masih ditemukannya kasus kematian neonatus di Desa Bobula turut menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Pada sesi diskusi, Kapolsek Morotai Selatan Barat IPTU Tanje Norman turut memberikan perhatian terhadap persoalan perlindungan anak, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya peran keluarga dalam melakukan pengawasan terhadap anak.
Kapolsek mengajak para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan komunikasi dengan anak, termasuk mengetahui aktivitas anak ketika berada di luar rumah. Menurutnya, pendidikan dan pembinaan terhadap anak harus dimulai sejak usia dini agar anak memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai keluarga, pergaulan, serta tanggung jawab.
“Orang tua harus lebih memantau anak-anaknya dan membangun kedekatan sehingga anak merasa nyaman berada di lingkungan keluarga. Pendidikan anak juga harus dimulai sejak masih balita, bukan menunggu sampai mereka dewasa,” pesan IPTU Tanje Norman.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar saling memberikan perhatian dan mengedukasi apabila menemukan persoalan yang berpotensi membahayakan kesehatan maupun masa depan anak.
Sementara itu, Sertu Viktor Paigi yang mewakili Danramil Morselbar menyoroti persoalan penyalahgunaan minuman keras, khususnya captikus, yang dinilai dapat menjadi salah satu faktor pemicu kenakalan remaja dan perilaku berisiko.
Ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak sehingga anak merasa nyaman berada di lingkungan keluarga dan tidak mencari kesenangan maupun pergaulan yang berisiko di luar rumah.
“Sebagai orang tua kita harus lebih sadar dan lebih dekat dengan anak, agar anak merasa nyaman di rumah dan tidak mencari tempat lain untuk berhura-hura di luar,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyampaian masukan dari perwakilan Desa Wayabula, Desa Tutuhu, Desa Bobula, para kader kesehatan, serta Kepala Desa Raja. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat perhatian terhadap ibu, bayi, anak, dan remaja di wilayah Morotai Selatan Barat.
Kapolsek Morotai Selatan Barat IPTU Tanje Norman menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, khususnya upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Seluruh rangkaian kegiatan Pembinaan Tata Kelola Penyelenggaraan UPKD/K berakhir sekitar pukul 12.30 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan terkendali.

SIARAN PERS HUMAS POLRES PULAU MOROTAI










