MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai, Polda Maluku Utara, melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar kelompok Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia (SAMURAI) Distrik Universitas Pasifik Pulau Morotai di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Rabu (28/10/2026).
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut diikuti sekitar 20 mahasiswa yang menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terkait pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ketersediaan air bersih, kesejahteraan petani, transparansi anggaran, serta penyelesaian persoalan agraria.
Dalam pelaksanaan pengamanan, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, serta tetap menghormati hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Massa aksi mulai bergerak dari Sekretariat SAMURAI sekitar pukul 10.00 WIT menuju Kantor Bupati Pulau Morotai. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIT, para mahasiswa langsung menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan megafon dan membentangkan spanduk bertuliskan “SAMURAI MALUT MENGGUGAT PEMDA SEGERA TUNTASKAN 14 TUNTUTAN RAKYAT.”
Aksi tersebut dikoordinasikan oleh Riswandi Manciman selaku koordinator lapangan bersama sejumlah mahasiswa yang menyampaikan kritik dan aspirasi terhadap berbagai persoalan pembangunan serta pelayanan masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai.
Sejumlah tuntutan yang disampaikan meliputi penyediaan sumur bor di Blok A dan Blok B Pasar CBD serta RSUD Ir. Soekarno, pengadaan mobil tangki air bagi masyarakat Desa Juanga, peningkatan pelayanan kesehatan, serta penyediaan sarana transportasi bagi pelajar di sejumlah desa yang mengalami keterbatasan akses menuju sekolah.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap petani yang terdampak kekeringan, meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran dan penyaluran bantuan, memperbaiki fasilitas Pasar CBD, serta menyelesaikan persoalan agraria secara adil dan terbuka.
Selain itu, massa aksi menyampaikan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang mereka nilai berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Momentum Hari Sumpah Pemuda turut menjadi bagian dari orasi mahasiswa. Mereka mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat merefleksikan kembali semangat persatuan, keadilan sosial, serta tanggung jawab bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
### Kapolres Tekankan Pengamanan Humanis dan Penghormatan terhadap Aspirasi
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., menekankan pentingnya pelaksanaan pengamanan yang profesional, proporsional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Dalam arahan pengamanan yang disusun untuk rilis ini, Kapolres menekankan bahwa kepolisian berkewajiban menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan penyampaian aspirasi bertujuan memberikan perlindungan kepada seluruh pihak, bukan membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun pandangan terhadap kebijakan pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik, pengendalian diri personel, serta pendekatan persuasif guna mencegah munculnya ketegangan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menghormati perbedaan pandangan, serta membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.
### Kasat Samapta Tekankan Keselamatan Peserta Aksi dan Masyarakat
Kasat Samapta Polres Pulau Morotai AKP Bernikson Namotemo, S.H., turut menjadi bagian dari penekanan pentingnya pengamanan yang mengutamakan langkah pencegahan dan pendekatan persuasif.
Dalam pelaksanaan tugas pengamanan, personel kepolisian diarahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif, memberikan ruang kepada mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan tersebut juga menitikberatkan pada kedisiplinan personel, komunikasi yang baik dengan peserta aksi, serta upaya menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Keselamatan peserta aksi, petugas, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi menjadi perhatian utama selama berlangsungnya kegiatan.
### Polisi Sigap Berikan Pertolongan kepada Mahasiswa yang Pingsan
Di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa, seorang mahasiswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga pingsan.
Mengetahui kondisi tersebut, personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Pulau Morotai segera memberikan pertolongan medis kepada peserta aksi yang membutuhkan penanganan.
Tim medis kepolisian melakukan pemeriksaan dan penanganan awal guna membantu kondisi mahasiswa tersebut.
Respons cepat petugas kesehatan menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan Polres Pulau Morotai dalam memastikan keselamatan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan penyampaian aspirasi.
Kehadiran tim medis sekaligus memperlihatkan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga mencakup perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang, kelompok, maupun pandangan yang disampaikan peserta aksi.
### Aksi Berakhir Tertib, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Setelah menyampaikan orasi secara bergantian, sekitar pukul 12.20 WIT massa aksi melanjutkan kegiatan dengan membacakan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
Namun, mahasiswa belum berkesempatan melakukan audiensi langsung dengan Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai karena para pejabat tersebut dilaporkan tidak berada di tempat.
Meski belum terlaksana audiensi, para mahasiswa tetap menyelesaikan penyampaian aspirasi dan pernyataan sikap secara tertib.
Sekitar pukul 12.50 WIT, massa aksi mulai membubarkan diri dan meninggalkan lokasi kegiatan.
Hingga pukul 13.00 WIT, seluruh rangkaian aksi unjuk rasa dinyatakan selesai. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar Kantor Bupati Pulau Morotai terpantau aman serta terkendali.
Polres Pulau Morotai berkomitmen terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menjamin berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Melalui semangat “POLISI BERSAMA MASYARAKAT”, Polres Pulau Morotai terus berupaya memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat, menjaga stabilitas kamtibmas, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan seluruh warga.

HUMAS POLRES PULAU MOROTAI
POLISI BERSAMA MASYARAKAT















