MOROTAI — Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi musim kemarau panjang, jajaran Sat Binmas Polres Pulau Morotai melalui para Bhabinkamtibmas terus meningkatkan kegiatan sambang dan penyampaian imbauan kepada masyarakat di desa binaan.
Upaya pencegahan tersebut kembali dilakukan pada Senin (14/9/2026) di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, baik melalui sambang maupun door to door, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.
Di Desa Wewemo, Bhabinkamtibmas Bripka Junaidin Sunarto melaksanakan sambang dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Masyarakat diingatkan bahwa pembakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan, keselamatan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Imbauan serupa disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Daeo Brigpol Makkah Tul Mukarramah, S.H., melalui kegiatan sambang door to door sekitar pukul 12.56 WIT. Warga diajak bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, warga diberikan sejumlah langkah sederhana untuk mencegah kebakaran sebelum terjadi, di antaranya tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan.
Sementara itu, di Desa Sangowo, Bhabinkamtibmas Bripka Fajar S. Syahruddin juga melaksanakan sambang door to door kepada warga pada pukul 12.30 WIT. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, petugas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi kemarau.
Kegiatan pencegahan juga dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Bere-bere pada pukul 14.30 WIT dengan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi kemarau panjang dapat membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Personel Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, diminta untuk terus hadir di tengah masyarakat dan bergerak cepat apabila menemukan potensi maupun titik api.
«“Saya mengatensi seluruh personel agar bergerak cepat apabila menemukan titik api untuk segera dilakukan penanganan dan pemadaman. Kita harus siap siaga dan bersama-sama dengan Damkar, masyarakat serta pihak terkait lainnya mencegah terjadinya Karhutla, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda,” tegas Kapolres.»
Kapolres juga mengajak masyarakat Kabupaten Pulau Morotai untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diimbau memastikan setiap aktivitas yang menggunakan api dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi merambat.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, kami mengajak masyarakat menjadi mata dan telinga bersama dalam mencegah Karhutla. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” lanjutnya.
Polres Pulau Morotai melalui jajaran Bhabinkamtibmas akan terus mengintensifkan kegiatan sambang, edukasi dan pemantauan di wilayah desa binaan sebagai langkah preventif menghadapi musim kemarau.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
HUMAS POLRES PULAU MOROTAI
PRESISI — Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan











