MUSDA III MUI Kabupaten Pulau Morotai Periode 2026–2031, Perkuat Sinergi Ulama, Umara dan Umat

Morotai – Musyawarah Daerah (MUSDA) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau Morotai Periode 2026–2031 resmi dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Ulama, Umara dan Umat untuk Morotai Unggul, Adil dan Sejahtera” tersebut dimulai sekitar pukul 21.36 WIT dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, pengurus MUI, tokoh agama serta tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Pulau Morotai Drs. Rusli Sibua, M.Si., Ketua Umum MUI Kabupaten Pulau Morotai H. Arsad Haya, A.Ma., Danlanal Pulau Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, M.Tr. Opsla, perwakilan Dandim 1514/Morotai, perwakilan Danlanud Leo Wattimena, Kapolres Pulau Morotai yang diwakili Kasat Intelkam Ipda Musfandi Kalam, S.H., perwakilan Kajari Kepulauan Morotai, Kepala BNN Pulau Morotai, perwakilan Kemenag Pulau Morotai, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahman Pulau Morotai, para pimpinan OPD, pengurus MUI, tokoh agama dan sekitar 30 orang tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan ketua panitia, serta penyampaian sambutan.

Dalam laporan panitia disampaikan bahwa MUI merupakan wadah para ulama, zuama dan cendekiawan Muslim dalam membimbing, membina dan mengayomi umat Islam di Indonesia. MUI juga memiliki peran dalam memberikan pandangan keagamaan serta berkontribusi terhadap penguatan persatuan, kerukunan dan kemaslahatan umat.

Musyawarah Daerah MUI menjadi forum permusyawaratan organisasi yang dilaksanakan secara berkala untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja serta merumuskan arah pengkhidmatan MUI kepada umat dan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Ketua MUI Kabupaten Pulau Morotai Hj. Musanif Sibua, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan MUSDA telah dipersiapkan sejak jauh hari, namun karena sejumlah hal baru dapat dilaksanakan pada malam tersebut.

Ia berharap pelaksanaan MUSDA III MUI Kabupaten Pulau Morotai tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap kemajuan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Pulau Morotai.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antara MUI dengan Pemerintah Daerah serta berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat membawa kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Pulau Morotai beserta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai atas dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan MUSDA III MUI dapat terlaksana.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai Drs. Rusli Sibua, M.Si., menyampaikan bahwa MUSDA III MUI memiliki arti penting, bukan hanya sebagai forum pemilihan kepengurusan MUI periode 2026–2031, tetapi juga sebagai ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja dan memperkuat peran MUI dalam kehidupan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.

Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Pulau Morotai membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Dukungan ulama dan tokoh agama dinilai sangat penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki akhlak, moral, toleransi, kepedulian dan semangat kebersamaan.

“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan manusia serta kehidupan sosial-keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Morotai yang unggul, adil dan sejahtera,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai berharap MUI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pembinaan kepada umat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta turut menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati setiap perbedaan pandangan dalam musyawarah dan tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk memecah persatuan.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin MUI Kabupaten Pulau Morotai, mari kita dukung bersama demi kemajuan kehidupan keagamaan dan kemaslahatan masyarakat Morotai,” pesan Bupati.

Selanjutnya, Bupati Pulau Morotai secara resmi membuka Musyawarah Daerah III Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pulau Morotai Periode 2026–2031.

Dr. Hj. Rajak Lotar Terpilih sebagai Ketua MUI Kabupaten Pulau Morotai

Hasil MUSDA III MUI Kabupaten Pulau Morotai menetapkan Dr. Hj. Rajak Lotar, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau Morotai Periode 2026–2031.

Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan dapat semakin memperkuat peran MUI dalam membangun sinergi antara ulama, umara dan umat, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kondusivitas, kerukunan serta kehidupan sosial-keagamaan di Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan MUSDA III MUI Kabupaten Pulau Morotai berakhir sekitar pukul 23.00 WIT. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib dan kondusif.

 

Humas Polres Pulau Morotai

Polri untuk Masyarakat – Presisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *