MUSIM KEMARAU, POLRES PULAU MOROTAI TEGAS LARANG PEMBAKARAN LAHAN: SATU API KECIL BISA MENJADI BENCANA BESAR

Blog10 Views

Daruba, 28 Juli 2026 — HUMAS POLRES PULAU MOROTAI

Seiring berlanjutnya musim kemarau yang membawa cuaca panas dan kekeringan meluas, risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pulau Morotai terus meningkat tajam. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Pulau Morotai mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan imbauan resmi sekaligus peringatan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjauhi praktik pembakaran lahan dan meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., dalam pernyataan pers eksklusif yang disampaikan pada Selasa (28/7) menegaskan bahwa kondisi lingkungan saat ini sangat rentan terhadap kebakaran. Kelembapan tanah yang rendah, ditambah dengan hembusan angin yang tidak menentu, menjadikan setiap sumber api yang tidak terkendali dapat berkembang dengan cepat menjadi kebakaran yang meluas dan sulit dipadamkan.

“Pencegahan adalah langkah paling utama dan paling efektif. Jangan pernah membakar lahan untuk tujuan apa pun, karena api sekecil apa pun dapat berubah menjadi bencana besar yang merugikan lingkungan, merusak harta benda, dan bahkan membahayakan keselamatan jiwa. Melindungi lingkungan berarti menyelamatkan masa depan kita bersama,” tegas AKBP Dedi Wijayanto.

Untuk menekan risiko terjadinya kebakaran, Polres Pulau Morotai meminta seluruh masyarakat mematuhi lima ketentuan berikut:

Pertama, dilarang keras membakar lahan. Setiap upaya membersihkan lahan dengan cara membakar sangat dilarang, terutama pada lahan yang kering, kawasan kebun, semak belukar, maupun kawasan hutan. Praktik ini terbukti menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

Kedua, dilarang membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan puntung rokok sudah padam sepenuhnya sebelum dibuang. Dilarang membuang puntung rokok di area semak belukar, kebun, pinggir jalan, maupun lahan kering yang mudah terbakar. Kelalaian yang tampak sepele ini kerap menjadi pemicu kebakaran yang tidak disadari.

Ketiga, dilarang membakar sampah sembarangan. Membakar sampah di lahan terbuka sangat berisiko, terutama saat angin berhembus kencang. Api dapat dengan mudah meloncat dan merambat ke area sekitarnya, sehingga memicu kebakaran yang meluas dan merugikan lingkungan serta warga sekitar.

Keempat, tingkatkan kewaspadaan di mana pun berada. Selalu perhatikan dan waspadai sumber api di sekitar pemukiman, ladang, kebun, perkebunan, kawasan hutan, serta lokasi-lokasi lain yang memiliki tumpukan bahan kering dan rawan terbakar. Ajak keluarga, kerabat, dan tetangga untuk saling mengingatkan serta ikut menjaga keamanan lingkungan.

Kelima, segera laporkan jika menemukan titik api atau kebakaran. Apabila melihat kepulan asap atau titik api, jangan menunggu. Segera laporkan kepada aparat desa setempat, Bhabinkamtibmas, kantor Polsek terdekat, atau langsung ke Polres Pulau Morotai agar dapat segera ditangani dan tidak meluas. Layanan pelaporan tersedia sepanjang waktu melalui Call Center Polri: 110.

Sebagai langkah nyata, Polres Pulau Morotai telah mengerahkan seluruh jajaran personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk turun langsung ke masyarakat hingga ke tingkat desa. Tugas utama yang diemban meliputi menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran kepada warga, memasang tanda peringatan di titik-titik rawan kebakaran, melakukan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan instansi terkait, serta memantau perkembangan situasi secara berkala.

Kapolres menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan kesadaran, kepedulian, dan kerja sama yang tinggi, diharapkan Pulau Morotai dapat terhindar dari bencana kebakaran yang merugikan.

“Mari kita bersatu menjaga lingkungan, menjaga keselamatan diri, keluarga, dan sesama. Kita bertekad mewujudkan Pulau Morotai yang aman, nyaman, dan bebas dari bencana kebakaran,” tutup AKBP Dedi Wijayanto.

 

Humas Polres Pulau Morotai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *