Operasi Patuh Kie Raha 2026 Dimulai, Wakapolda Malut Minta Personel Utamakan Pendekatan Humanis

Blog13 Views

HUMAS POLDA MALUT – Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., mewakili Kapolda Maluku Utara membuka kegiatan Latihan Pra Operasi Patuh Kie Raha 2026 di Rupatama Lantai 3 Polda Malut, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Maluku Utara, para Pejabat Utama Polda Maluku Utara, serta personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Kie Raha 2026. Latihan pra operasi dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan untuk meningkatkan kesiapan personel sebelum pelaksanaan operasi.

Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan bahwa latihan pra operasi merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari setiap pelaksanaan operasi kepolisian.

Menurutnya, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen dan Standar Keberhasilan Operasional Polri, setiap operasi harus diawali dengan latihan guna mematangkan perencanaan, mengidentifikasi potensi hambatan, serta meningkatkan kemampuan personel.

Ia menjelaskan, hasil analisis dan evaluasi Operasi Patuh Tahun 2025 serta data Korlantas Polri menunjukkan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang disertai korban fatalitas. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa upaya membangun budaya tertib berlalu lintas masih perlu terus ditingkatkan.

Karena itu, Wakapolda berharap seluruh peserta memanfaatkan kegiatan latihan untuk menyamakan persepsi, memahami sasaran operasi, serta menyusun langkah-langkah yang tepat guna mendukung keberhasilan Operasi Patuh Kie Raha 2026.

Dengan persiapan yang matang, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas secara efektif dan profesional.

Wakapolda juga menegaskan bahwa Operasi Patuh Kie Raha 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Operasi ini juga bertujuan memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran untuk mematuhi aturan lalu lintas.

Sejalan dengan transformasi Polri yang Presisi, seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Mengakhiri arahannya, Wakapolda mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh dan memahami setiap materi yang diberikan. Ia juga meminta personel menjaga sikap, perilaku, dan etika saat bertugas serta menghindari tindakan yang dapat mencederai citra institusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *