
Pulau Morotai – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat toleransi antar umat beragama, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh Dedi Wijayanto, SH melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Morotai Selatan, Minggu (05/03/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Kasat Intelkam Polres Pulau Morotai IPDA Mustafandi Kalam, SH, serta menghadirkan sejumlah tokoh agama dan tokoh adat, di antaranya Ketua Muhammadiyah Kabupaten Pulau Morotai Hi. Asrun Padoma, Dewan Suro NU Kabupaten Pulau Morotai Hi. Din Aswan, Korwil GMIH Kecamatan Morotai Selatan Pdt. Adelmince Sahentumbage, S.Teol, serta tokoh adat Luter Djaguna.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Pulau Morotai menyampaikan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya menyikapi isu yang berkembang terkait kejadian di Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah. Kapolres mengimbau agar para tokoh agama dapat memberikan pesan-pesan yang menyejukkan kepada masyarakat, serta mengajak masyarakat untuk tetap waspada, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya menghindari kebencian, baik secara langsung maupun melalui media sosial, serta mengajak para tokoh agama untuk menyisipkan pesan-pesan perdamaian dalam setiap khotbah maupun tausiyah.

Menanganggapi hal tersebut, para tokoh agama menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polres Pulau Morotai. Ketua Muhammadiyah, Hai. Asrun Padoma, mengungkapkan bahwa dirinya telah aktif memberikan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial dan grup komunikasi internal Muhammadiyah agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar. Ia juga mendorong agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Pulau Morotai dapat segera diaktifkan kembali.
Hal senada disampaikan oleh Dewan Suro NU, Hai. Din Aswan, yang menyatakan bahwa mengucilkan akan terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga toleransi dan tidak mempengaruhi isu-isu yang berpotensi memecah belah. Ia juga menekankan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keharmonisan sebagai prinsip utama dalam kehidupan beragama.
Sementara itu, Pdt. Adelmince Sahentumbage dan tokoh adat Luter Djaguna turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, khususnya di media sosial.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi wujud sinergitas antara Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.20 WIB dalam situasi aman, nyaman, dan kondusif.
Sebagai catatan, Pemerintah Daerah bersama Forkopimda Kabupaten Pulau Morotai dapat segera mengadakan pertemuan untuk mengaktifkan kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) guna memperkuat persatuan dan menjaga kondusifitas wilayah.














