HUMAS POLDA MALUT – Upaya pencarian seorang remaja yang terjatuh dari tebing Air Terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, berakhir pada Minggu, 9 Agustus 2026. Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan penyelaman di sekitar lokasi selama beberapa jam.
Remaja tersebut diketahui bernama Gedalty Pasaribu. Sebelum kejadian, ia datang ke kawasan wisata Jembatan Alam bersama tujuh rekannya dengan menggunakan lima sepeda motor. Rombongan tiba di lokasi parkir sekitar pukul 14.30 WIT pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan air terjun.
Setibanya di lokasi, korban bersama teman-temannya sempat berfoto di sekitar air terjun. Mereka kemudian bergerak menuju air terjun kedua yang berada di bagian atas kawasan Jembatan Alam untuk mandi.
Peristiwa nahas terjadi ketika rombongan hendak kembali. Saat melewati salah seorang temannya, korban telah diperingatkan karena kondisi jalur yang licin. “Palang, kawan. Dia licin, jang tong jato,” ujar salah seorang teman korban, mengingatkan agar korban berhati-hati.
Namun, saat hendak melewati temannya, korban terpeleset. Ia sempat berpegangan pada pakaian salah seorang rekannya hingga rekannya nyaris ikut terseret. Korban kemudian melepaskan pegangannya dan berusaha meraih sebuah speaker yang sedang dibawa salah seorang temannya.
Sebelum terjatuh ke bawah tebing, korban sempat meminta pertolongan kepada teman-temannya.
Salah seorang temannya kemudian berteriak meminta bantuan. Sejumlah rekan korban berusaha menyusuri jalur dan berenang ke arah air terjun untuk mencari keberadaan korban. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima personel Satuan Polairud Polda Maluku Utara pada Sabtu sekitar pukul 17.53 WIT. Personel kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pencarian.
Setibanya di tempat kejadian, petugas berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, termasuk Marnit, Polres Halmahera Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Basarnas.
Mengingat kondisi medan yang sulit serta faktor keselamatan personel, tim gabungan memutuskan pencarian secara intensif dilanjutkan pada keesokan harinya. Tim kemudian bersiaga di sekitar lokasi kejadian.
Pada Minggu pagi, 9 Agustus 2026, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian. Penyelaman dilakukan untuk menemukan keberadaan korban. Setelah beberapa kali penyisiran, korban belum ditemukan sehingga tim kembali ke darat untuk beristirahat sebelum melanjutkan pencarian.
Upaya pencarian kembali dilakukan sekitar pukul 13.40 WIT. Tim bersama relawan masyarakat menyisir sejumlah bagian di sekitar air terjun dengan menggunakan bambu yang pada ujungnya dipasangi pengait untuk menjangkau area yang sulit didatangi secara langsung.
Dengan upaya tersebut, korban akhirnya berhasil ditemukan. Tim gabungan segera melakukan evakuasi dan mengamankan jenazah korban untuk selanjutnya dibawa menggunakan kantong jenazah menuju rumah sakit.
Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Proses pencarian dan evakuasi telah dilakukan bersama-sama dengan mengerahkan kemampuan serta sumber daya yang tersedia. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang turut membantu hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengunjungi kawasan wisata alam, khususnya air terjun, agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Kondisi batu dan jalur di sekitar air terjun yang basah dan licin dapat membahayakan pengunjung, terlebih ketika berada di dekat tebing atau aliran air dengan arus yang tidak terduga.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, mengikuti petunjuk keselamatan, dan tidak mengambil risiko ketika berada di kawasan wisata alam,” tutupnya.















