MOROTAI, 25 OKTOBER 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas transportasi laut guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa angkutan penumpang antarpulau.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan intensif terhadap kapal penumpang KM Aksar Saputra 09 yang akan bertolak menuju Ternate melalui Pelabuhan Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (24/10/2026) malam.
Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 20.30 WIT tersebut dilaksanakan oleh dua personel Polres Pulau Morotai, yakni Brigpol Musrin Ambosaba dan Brigpol Sutiawan Usman. Kegiatan difokuskan pada pengawasan barang bawaan penumpang, pemeriksaan ruang kargo, kelengkapan sarana keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) pelayaran.
Berdasarkan hasil pendataan, KM Aksar Saputra 09 tercatat mengangkut sebanyak 95 penumpang dan 23 anak buah kapal (ABK), dengan muatan barang mencapai 86 ton serta satu unit kendaraan roda dua.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap manifest penumpang dan barang, petugas juga melaksanakan razia untuk mengantisipasi kemungkinan masuk maupun keluarnya barang-barang terlarang melalui jalur transportasi laut.
Sasaran pemeriksaan meliputi minuman keras ilegal, narkotika, bahan peledak, serta barang lainnya yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang dan ruang kargo, petugas tidak menemukan benda mencurigakan maupun barang terlarang.
Tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan tindak pidana, personel kepolisian turut memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan yang tersedia di atas kapal.
Berdasarkan hasil pengecekan, KM Aksar Saputra 09 memiliki 433 jaket pelampung (life jacket) yang dilaporkan dalam kondisi baik. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pelampung penolong (ring buoy) dan alat pemadam api portabel sebagai bagian dari pengawasan kesiapan sarana keselamatan pelayaran.
Pemeriksaan tersebut menjadi perhatian penting mengingat transportasi laut merupakan salah satu sarana mobilitas utama masyarakat Kabupaten Pulau Morotai dalam melakukan perjalanan menuju Ternate maupun wilayah lainnya di Provinsi Maluku Utara.
Dalam pelaksanaannya, petugas turut berkoordinasi dengan nakhoda dan ABK untuk memastikan penerapan prosedur keselamatan pelayaran, termasuk kesesuaian data manifest, kesiapan perlengkapan keselamatan, serta pentingnya memperhatikan perkembangan kondisi cuaca sebelum kapal diberangkatkan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keselamatan selama perjalanan laut, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh awak kapal mengenai pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan tanggung jawab operasional.
Sementara itu, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., menegaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pelayaran merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di kawasan pelabuhan tidak hanya bertujuan mencegah potensi tindak kriminalitas, tetapi juga mendukung terciptanya transportasi laut yang aman, tertib, dan mengutamakan keselamatan penumpang.
Kapolres menekankan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan, terutama terhadap barang bawaan penumpang, kelengkapan dokumen, dan kesiapan peralatan keselamatan kapal sebelum keberangkatan.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat program Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan kehadiran Polri sebagai bagian dari pelayanan langsung untuk memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Selain melakukan pemeriksaan, personel Polres Pulau Morotai juga memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para penumpang agar senantiasa menjaga barang bawaan pribadi, mematuhi petunjuk awak kapal, dan tidak membawa barang yang dilarang berdasarkan ketentuan hukum.
Penumpang juga diingatkan untuk mengetahui lokasi penyimpanan jaket pelampung serta memahami petunjuk penggunaannya apabila terjadi situasi darurat selama perjalanan.
Kepolisian turut mengingatkan nakhoda dan seluruh ABK agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari instansi berwenang, serta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan siap digunakan.
Polres Pulau Morotai memandang pengawasan transportasi laut sebagai bagian penting dari langkah preventif kepolisian, mengingat jalur pelayaran memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas penduduk, distribusi kebutuhan pokok, dan aktivitas perekonomian masyarakat kepulauan.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan potensi peredaran barang ilegal melalui jalur laut dapat ditekan, sekaligus meminimalkan risiko gangguan keamanan dan keselamatan pelayaran.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanakan, KM Aksar Saputra 09 diberangkatkan menuju Ternate pada pukul 20.55 WIT.
Selama kegiatan pemeriksaan hingga keberangkatan kapal, situasi di kawasan Pelabuhan Daruba dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Polres Pulau Morotai memastikan kegiatan pengawasan dan pelayanan kepolisian di kawasan pelabuhan akan terus dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, dugaan peredaran barang ilegal, maupun gangguan kamtibmas melalui kantor kepolisian terdekat atau layanan Polri 110.
Dengan sinergi antara kepolisian, otoritas pelabuhan, operator kapal, dan masyarakat, diharapkan aktivitas pelayaran dari dan menuju Kabupaten Pulau Morotai dapat terus berlangsung dengan aman, lancar, dan mengedepankan keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi laut.
POLISI BERSAMA MASYARAKAT
HUMAS POLRES PULAU MOROTAI










