HUMAS POLDA MALUT – Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum menyampaikan perkembangan penanganan tragedi erupsi Gunung Dukono yang menewaskan tiga orang dari rombongan pendaki dan wisatawan asing.
Dalam konferensi pers bersama Forkopimda Kabupaten Halmahera Utara di RSUD Tobelo, Senin (11/5/2026), ia menegaskan proses identifikasi korban masih dilakukan secara hati-hati melalui metode forensik oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku Utara.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Kapolres Halmahera Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Erlichson Pasaribu, perwakilan RSUD Tobelo, pihak Kedutaan Besar Singapura, serta sejumlah media nasional dan lokal.
Brigjen Pol. Stephen menjelaskan, dari total 20 orang yang berada di lokasi saat erupsi terjadi, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia.
Menurut dia, kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan ilmiah secara menyeluruh, termasuk pencocokan DNA, struktur rahang, dan data antemortem dari keluarga.
“Tim DVI masih melakukan rekonstruksi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi. Bagian rahang menjadi petunjuk penting, namun identitas resmi tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” kata Stephen.
Ia menyebutkan, hasil pemeriksaan awal sementara mengarah pada dua nama, yakni Timothy dan Shahin. Namun, kepolisian menekankan bahwa penetapan identitas final baru akan diumumkan setelah seluruh proses verifikasi medis dan forensik selesai dilakukan.
Polda Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Singapura dan pihak keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut, termasuk proses penyerahan jenazah. Kepolisian memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar profesional dan kemanusiaan.
Selain fokus pada identifikasi korban, aparat juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para saksi selamat. Salah satu saksi dilaporkan mengalami trauma berat setelah menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut. Ia meminta publik memberi ruang bagi tim DVI dan aparat terkait agar dapat bekerja secara profesional hingga seluruh proses identifikasi selesai.
“Atas nama Polda Maluku Utara, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami berharap keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” tutup Brigjen Pol. Stephen.





