Pulau Morotai – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, Polres Pulau Morotai menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menghadiri kegiatan rehabilitasi mangrove yang digelar di kawasan Pantai Armydock, Desa Pandanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Minggu (26/7/2026).
Pada kegiatan tersebut, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H. diwakili oleh Wakapolres Pulau Morotai Kompol Jamaludin, S.A.P. Kehadiran Polri merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sebagai benteng alami menghadapi abrasi, perubahan iklim, serta menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.35 WIT itu dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai M. Rizky Djalal, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai M. Umar Ali, S.E., M.Si., Komandan Lanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Anang Heru Setiyono, S.E., M.M., M.Han., Komandan Lanal Morotai Letkol Laut (P) Banie Hermawan, M.Tr.Opsla., Komandan Kodim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, S.Pd., perwakilan Yon TP 822/SW, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kementerian Kehutanan Muh. Ansar, perwakilan Kejaksaan Negeri Pulau Morotai, mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang sedang melaksanakan KKN, serta puluhan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan ketua panitia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir, habitat berbagai biota laut, serta penyangga kehidupan masyarakat pesisir.
Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Pulau Morotai yang memiliki wilayah pesisir yang luas harus mampu menjaga dan mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, pencemaran, dan berbagai bentuk kerusakan lingkungan lainnya.
Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan pertumbuhan, pemeliharaan, serta komitmen seluruh pihak dalam menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis, foto bersama seluruh peserta, penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Armydock, peninjauan lokasi penanaman, serta ramah tamah.
Wakapolres Pulau Morotai Kompol Jamaludin, S.A.P. menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh berbagai program pelestarian lingkungan yang melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
> “Pelestarian mangrove bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, karena lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang,” ujar Kompol Jamaludin.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Pulau Morotai menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Kegiatan rehabilitasi mangrove ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir Kabupaten Pulau Morotai. Penanaman mangrove diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi pantai, menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan kualitas lingkungan pesisir, sekaligus menjadi investasi ekologis bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.50 WIT dalam keadaan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian pesisir semakin meningkat sehingga mangrove tetap menjadi warisan alam yang bermanfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.











