PULAU MOROTAI – Semangat kebangsaan dan tekad persatuan berkumandang menguat di Halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (01/06/2026). Di bawah langit cerah yang melambangkan harapan bangsa, seluruh elemen masyarakat dan pemimpin daerah berkumpul dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yang digelar khidmat dan penuh rasa nasionalisme mulai pukul 08.00 WIT.
Mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momen bersejarah dan reflektif bagi Kabupaten Pulau Morotai untuk kembali meneguhkan jati diri bangsa, serta mengukuhkan peran strategis Indonesia tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga dalam tatanan kehidupan global.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedy Wijayanto, S.H., mewakili jajaran Kepolisian Resor Pulau Morotai. Kehadiran ini menjadi bukti nyata komitmen institusi Polri dalam menjaga, mengamankan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman utama dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Turut memadati lapangan upacara, sejumlah pimpinan tinggi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintahan daerah, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, S.E. (mewakili Bupati Pulau Morotai), Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, M. Rizki Djalal, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, perwakilan Danlanud Leo Wattimena Letkol Adm Kubais Baraham, S.Pd., Kasdim 1514/Morotai Mayor Inf Rusmin Nuryadin, serta Danki Sat Brimob Maluku Utara Wilayah Kabupaten Pulau Morotai, IPTU Thaifun Badjak.
Selain itu, hadir pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pejabat, serta unsur TNI dan Polri, yang bersatu dalam barisan kebersamaan. Upacara ini diikuti oleh beragam unsur pasukan yang mencerminkan kekuatan dan keberagaman bangsa, meliputi personel TNI AD Kodim 1514/Morotai, Yonif TP 822/Satria Magawe, TNI AL, TNI AU, jajaran Brimob, Satuan Samapta Polres Pulau Morotai, Dinas Perhubungan, ASN gabungan, Gerakan Pramuka, hingga Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Keberagaman ini bukanlah pemisah, melainkan bukti nyata bahwa di Pulau Morotai, sinergitas dan soliditas antar elemen bangsa tetap terjaga kokoh.
Puncak acara berlangsung dengan sakral, di mana Danlanal Morotai, Letkol Laut (P) Benie Hermawan, bertindak selaku Inspektur Upacara, sementara komando barisan dipercayakan kepada Kapten Febriwiyanto. Rangkaian acara diawali dengan masuknya pasukan ke lapangan, penghormatan umum, pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan gagah di tengah tiupan angin, pembacaan teks Pancasila, hingga pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Dalam amanat yang disampaikan di hadapan seluruh peserta upacara, Inspektur Upacara menegaskan makna mendalam dari peringatan 1 Juni ini. Menurutnya, Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai seremonial tahunan belaka, melainkan momen krusial bagi seluruh anak bangsa untuk merenungkan kembali posisi dan peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tema yang diangkat tahun ini, Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, merupakan penegasan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar milik bangsa Indonesia, melainkan nilai universal yang mampu menjadi landasan perdamaian bagi dunia. Pancasila telah terbukti menjadi ‘bintang penuntun’ yang menjaga Indonesia tetap kokoh berdiri tegak, melewati berbagai tantangan global, ancaman disrupsi teknologi, hingga gejolak dinamika geopolitik internasional,” ujar Letkol Benie Hermawan.
Lebih lanjut dijelaskan, keberagaman suku, ras, budaya, bahasa, dan agama yang melekat pada diri bangsa Indonesia selama ini bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan raksasa yang disatukan dan diikat kuat oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Prinsip persatuan, kemanusiaan, keadilan, dan ketuhanan yang terkandung di dalamnya menjadi perekat yang tak tergoyahkan.
Selaras dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk berkontribusi menciptakan kedamaian global. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berkiprah dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi penengah dalam konflik regional, serta memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas.
Pesan khusus juga disampaikan kepada generasi muda, sebagai tumpuan harapan masa depan bangsa. Inspektur Upacara mengajak para pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi hidup atau living ideology. Nilai-nilainya tidak cukup hanya dihafalkan, melainkan harus tumbuh menjadi perilaku, sikap, dan tindakan nyata dalam keseharian.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa. Jangan sampai kita membiarkan nilai ini pudar atau tergerus zaman, karena Pancasila adalah identitas kita, adalah rumah kita, dan adalah masa depan kita,” tegasnya di hadapan barisan peserta upacara.
Kehadiran Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedy Wijayanto, S.H., dalam barisan Forkopimda memiliki makna strategis. Bagi institusi Polri, Pancasila adalah roh dari setiap tugas kepolisian. Penegakan hukum, pelayanan masyarakat, dan perlindungan terhadap warga negara, semuanya bersumber dari kelima sila Pancasila. Kapolres menegaskan bahwa Polres Pulau Morotai senantiasa berkomitmen untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah, demi menjamin agar persatuan bangsa tetap terjaga di wilayah kedaulatannya.
Suasana upacara berjalan sangat tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Tidak ada kendala berarti yang terjadi selama prosesi berlangsung. Usai doa penutup dan penghormatan terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan, menjadi kenangan abadi atas kebersamaan para pemimpin daerah dalam satu barisan kebangsaan.

Sekitar pukul 10.00 WIT, seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara resmi dinyatakan selesai. Situasi di lokasi dan sekitarnya terpantau aman, kondusif, dan terkendali sepenuhnya. Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Kabupaten Pulau Morotai, bahwa dengan berpegang teguh pada Pancasila, bangsa Indonesia tidak hanya akan kuat dan bersatu, tetapi juga mampu membawa damai bagi dunia.
(Humas Polres Pulau Morotai)












