Pulau Morotai – Polres Pulau Morotai melaksanakan pengamanan secara maksimal terhadap aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasifik Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (9/7/2026). Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional, sehingga seluruh tahapan aksi berjalan aman, tertib, serta kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Pelaksanaan pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Maluku Utara agar seluruh personel Polri senantiasa mengedepankan pelayanan yang humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat serta memberikan jaminan keamanan terhadap hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H. menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tetap menghormati hak-hak seluruh pihak.
Aksi mahasiswa diawali pada pukul 10.00 WIT dengan pelaksanaan konsolidasi di Universitas Pasifik Kabupaten Pulau Morotai. Massa aksi yang berjumlah sekitar 50 orang kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Pulau Morotai menggunakan satu unit kendaraan komando yang dilengkapi perangkat pengeras suara sebagai sarana penyampaian aspirasi.
Setibanya di Kantor Bupati Pulau Morotai sekitar pukul 12.05 WIT, para peserta aksi langsung melaksanakan orasi secara bergantian. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah spanduk dan pamflet yang memuat berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan kenaikan harga BBM, keterbatasan kuota BBM subsidi, pembangunan SPBU dan SPBUN di seluruh kecamatan, perlindungan terhadap nelayan, pemberantasan praktik illegal fishing, penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat dan TNI AU, penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Juanga dan Desa Pandanga, pembangunan pabrik es balok sebagai penunjang sektor perikanan, hingga peningkatan harga komoditas lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam orasinya, massa aksi menilai kondisi geografis Pulau Morotai sebagai daerah kepulauan menjadikan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak, khususnya bagi nelayan, petani, pelaku transportasi laut, dan sektor perdagangan. Mereka menyampaikan bahwa keterbatasan distribusi BBM serta minimnya fasilitas pelayanan BBM di sejumlah kecamatan berdampak terhadap meningkatnya biaya hidup masyarakat.
Mahasiswa juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk perlindungan terhadap nelayan, peningkatan fasilitas penunjang sektor perikanan, penyelesaian persoalan sengketa lahan secara adil, serta peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut penyampaian aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Wakil Bupati menerima perwakilan mahasiswa dalam hearing terbuka. Dialog berlangsung secara terbuka, komunikatif, dan penuh suasana kekeluargaan, sehingga seluruh aspirasi dapat disampaikan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Selama pelaksanaan aksi, personel Polres Pulau Morotai tetap menempatkan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan komunikasi yang baik bersama koordinator lapangan serta peserta aksi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
«”Polri menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kami adalah memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun aktivitas masyarakat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan hari ini berjalan dengan baik, aman, dan kondusif,” ujar Kapolres.»
Kasubsi Penmas Humas Polres Pulau Morotai IPDA Muh. Yusuf Kasim, S.IP., M.Si. menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan aksi tersebut merupakan hasil sinergi yang baik antara aparat keamanan, mahasiswa, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, Polres Pulau Morotai akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian sebagai implementasi transformasi Polri yang Presisi.
Sekitar pukul 15.00 WIT, hearing terbuka selesai dilaksanakan. Massa aksi kemudian membubarkan diri secara tertib, dan pada pukul 15.10 WIT seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan berakhir.
Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan gangguan keamanan maupun pelanggaran hukum. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Pulau Morotai tetap aman, tertib, dan kondusif.
Polres Pulau Morotai mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan pendapat, serta mengedepankan dialog sebagai sarana penyelesaian berbagai persoalan demi mewujudkan Kabupaten Pulau Morotai yang aman, damai, dan sejahtera.
“Polri Presisi untuk Masyarakat.”
Kasubsi Penmas Humas Polres Pulau Morotai
















