MOROTAI – Personel Polsek Morotai Selatan Barat (Morselbar) bersama masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran lahan kebun yang terjadi di Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Minggu (4/10/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIT. Api membakar sejumlah lahan perkebunan masyarakat dan berdasarkan pemantauan awal diperkirakan telah meluas hingga puluhan hektare.
Mendapat informasi terkait kejadian tersebut, personel Polsek Morselbar langsung mendatangi lokasi dan bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi api semakin meluas akibat kondisi cuaca yang panas dan hembusan angin yang cukup kencang.
Kapolsek Morselbar IPTU Ronal Tail, S.H., mengatakan personel kepolisian bersama masyarakat masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang terdampak.
“Personel bersama masyarakat terus berupaya memadamkan api dan mengantisipasi agar tidak menjalar ke lahan lainnya. Kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman,” ujar Kapolsek.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pemantauan dan pendalaman di lokasi. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dapat dipicu oleh kondisi cuaca panas maupun aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan belum dapat disimpulkan.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah tanaman perkebunan masyarakat terdampak, di antaranya kelapa, cengkeh, pala dan pisang. Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiel berupa bangunan.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat menyebabkan api cepat menyebar.
Kapolres meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, termasuk membakar semak, rerumputan maupun sisa hasil pertanian tanpa pengawasan yang memadai.
> “Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun sumber api harus menjadi perhatian, karena dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” imbau AKBP Dedi Wijayanto.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi Karhutla. Apabila menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
> “Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Polres Pulau Morotai bersama jajaran Polsek akan terus meningkatkan patroli, pemantauan wilayah rawan Karhutla, sambang serta imbauan kepada masyarakat sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan api yang masih menyala, membuang puntung rokok sembarangan, maupun melakukan pembakaran sampah atau lahan tanpa memastikan api benar-benar padam.
Apabila masyarakat menemukan kebakaran atau membutuhkan kehadiran kepolisian, laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk Masyarakat dalam memberikan perlindungan, pelayanan dan pengamanan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polres Pulau Morotai.
PRESISI – Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.













